SENANDIKA

Berbicara dengan diri sendiri
Seni Mendengarkan Diri Sendiri - Senandika #23

Seni Mendengarkan Diri Sendiri - Senandika #23

Ada satu kebiasaan kecil yang sering aku lupakan: duduk diam dan benar-benar mendengarkan diriku se…
Belajar Merelakan, Bukan Berarti Kalah - Senandika #22

Belajar Merelakan, Bukan Berarti Kalah - Senandika #22

Ada satu kalimat yang pernah mampir ke telingaku waktu sedang rebahan: “Kalau kamu bisa merelakan, …
Lelah Jadi Kuat: Mengakui Rapuh, Merangkul Diri - Senandika #21

Lelah Jadi Kuat: Mengakui Rapuh, Merangkul Diri - Senandika #21

Kadang aku bertanya-tanya, sejak kapan aku merasa harus selalu kuat? Sejak kapan aku menganggap rap…
Diri yang Terpecah: Antara Topeng dan Wajah Asli - Senandika #20

Diri yang Terpecah: Antara Topeng dan Wajah Asli - Senandika #20

Aku sering merasa seperti aktor di atas panggung, memainkan peran yang berbeda-beda sesuai siapa pe…
Bahasa Sunyi: Apa yang Tak Pernah Terucap, Tapi Selalu Tersimpan - Senandika #19

Bahasa Sunyi: Apa yang Tak Pernah Terucap, Tapi Selalu Tersimpan - Senandika #19

Kadang aku suka heran sama diriku sendiri. Aku ini bisa ngobrol panjang lebar, bisa bercanda, bisa …
Mengurai Benang Kusut di Kepala: Belajar Melepaskan Kendali - Senandika #18

Mengurai Benang Kusut di Kepala: Belajar Melepaskan Kendali - Senandika #18

Pernah nggak sih kamu merasa kepalamu penuh banget, kayak ada benang kusut yang nggak ketahuan ujun…